Pages

Selasa, 29 Desember 2009

Amplop Kosong

Mang Udin, orang yang terkenal, mempunyai kedudukan, serta dikenal masyarakat luas. Belum lama ini mengadakan hajatan, menikahkan anaknya, si Oja. Undanganya, yang disebar, lumayan banyak, kalau tidak salah, jumlahnya hampir 5000 undangan. Tak ada yang terkecuali.
Jauh-jauh hari Mang Udin sudah mempersiapkan pernikahan anaknya si Oja. Pernikahan yang akan dilangsungkan itu, ingin menjadi kenangan yang indah, bagi keluarganya.

Tenda, kursi, pelaminan, dan gono-gini, yang bakal diberikan kepada calon sang ‘menantu’ juga sudah siap. Lemari, kasur, termasuk ‘cover bad’, sudah dibeli. Tinggal dibawa saat berlangsung akad nikah antara si Oja dengan Melani. Pokoknya, Mang Udin sebagai sang ‘tokoh’ tidak ingin mengecewakan bakal menantu, serta sang besan. Apalagi, ia sudah dikenal masyarakat luas sebagai tokoh.
Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Hari Kamis. Dari mulai pagi para tamu sudah berdatangan. Sampai menjelang malam. Tamu tanpa henti. Para tamu dengan gembira berdatangan silih berganti. Mereka memberikan ucapan selamat kepada mempelai, dan tak lupa kepada shohibul hajat, yaitu Mang Udin. Orkes gambus tak henti-hentinya menyenandungkan lagu. Dengan penyanyi yang menggunakan kerudung. Lagunya campur-campur. Saban-saban lagu melayu, pop, tapi juga diselingi dengan lagu-lagu yang menggunakan bahasa ‘arab’, dan menghibur.
Mang Udin, isteri, mantu, dan besan, menampakkan keramahannya, tersenyum dan menyalami para tamu. Sikapnya penuh kehangatan. Menunjukan kegembiraan dan penghormatan kepada para tamunya. Tak rugi Mang Udin yang sudah menyembelih dua ekor sapi jantan, dan enam ekor kambing, serta beberapa puluh ekor ayam, dan tamunya merasa senang dan menikmati jamuan itu. Masih ditambah dengan makanan kecil, serta es, dan buah-buahan, yang diambil dari kebonnya, yang sedang panen. Berkarung-karung rambutan menjadi ‘pencuci’mulut, bagi para tamu yang usai makan.
Di depan, para penerima tamu, tak kalah ramahnya dibanding dengan Mang Udin, dan mereka semuanya menggunakan seragam batik. Laki-laki berdiri di depan dengan penuh takzim menyambut para tamu. Sementara wanitanya mengunakan kebaya dan berkerudung menyambut para ibu-ibu yang datang berbondong-bondong. Barangkali para penerima tamu wanita, merasa keletihan, karena dari pagi sampai malam harus berdiri, sambil terus menyalami dan mengantarkan para tamu ibu yang baru datang.
Tak lupa Mang Udin dan isterinya juga sudah menyediakan kotak besar, yang digunakan untuk menerima ‘amplop’ dari para tamu, yang dari jumlah undangan yang sudah diedarkan itu, berjumlah 5000 undangan. Melihat banyak tamu yang hadir dan tak putus-putus itu, di raut wajahnya sudah terbayang, bakalan ‘surplus’, dari hajatan pernikahan anaknya itu. Setidaknya, modal yang digunakan untuk membiayai pernikanah anaknya bakal balik. Sampai menjelang maghrib, kotak besar itu, sudah hampir tidak muat. Setiap tamu yang akan memasukkan amplop ke dalam kota itu, terpaksa harus dibantu oleh para penerima tamu, agar amplop itu bisa masuk ke dalam kotak. Karena sudah penuh sesak.
Menjelang jam 10.00 malam pesta usai. Mang Udin, isteri, mantu, dan besan, meninggalkan tempat pesta. Meski, orkes masih berbunyi, tak mau berhenti. Anak-anak muda masih belum beranjak, dan tetap duduk dibangku, yang sudah ditinggalkan tamu. Mereka tetap menikmati lagu-lagu orkes, yang semakin malam, semakin semangat.
Besoknya, Mang Udin dan isteri, mulai membuka amplop yang berjibun itu. Satu-satu dibukanya dengan penuh perhatian. Dibacanya nama-nama penyumbang. Wajahnya kadang-kadang berseri, kadang nampak berkerinyit, dan sambil menghela nafasnya panjang.
Tak menyangka hal itu bakal terjadi. Seperti sebuah mimpi buruk, yang ia tidak percaya,dan menyakini, apa yang dihadapinya, sesudah membuka amplop itu semuanya. Dari amplop yang dibukanya itu, yang jumlahnya hampir 4500 itu, tak mencapai mencapai 30 juta. Mang Udin tetap duduk tertegun, di depan amplop, yang berserakan dan isinya sudah kosong itu.
Tentu, yang tak habis pikir, sebagian besar isi amplop itu, hanya uang Rp 5.000, Rp 1.000, Rp 5.00, bahkan tak sedikit pula yang kosong. Tanpa isi. Di depan Mang Udin, isterinya, si Siti, tak henti-hentinya menangis. Pesta pernikahan anaknya sudah menghabiskan Rp 80 juta. Dari mana lagi, Mang Udin harus mengembalikan modalnya itu. Sementara, amplop yang sudah di itung jumlahnya tak sampai Rp 30 juta. Ini yang membuat mpok Siti menangis terus.
Lalu, beredar cerita amplop yang isinya banyak uang Rp 5.000an itu, dan bahkan ada yang kosong, tak lain akibat perbuatan si ‘tuyul’. Mang Udin curiga ada tetangganya, yang pagi buta pukul 3.00 dini hari, berada dilapangan dekat tempat pesta pernikahan anaknya, dan hanya menggunakan keben. Wanita inilah yang dicurigai yang menukar dan pembawa isi amplop itu.
Pokoknya sekarang di kampung Mang Udin ini ramai isu tentang tuyul, yang telah membawa isi amplop itu. Akibatnya, hubungan diantara para tetangga saling curiga. Semuanya terpusat dari pesta Mang Udin, dan cerita tuyul. Wanita yang dituduh mempunyai tuyul itu, kemana-mana selalui dicuragai. Penduduk kampung itu dilanda ketakutan, takut uangnya dibawa lari tuyul.
Padahal, kalau mau berpikir logis, tetangga Mang Udin, banyak pengangguran, tukang ojek, kuli batu, pemulung, dan orang-orang yang kerjanya serabutan. Jadi bukan karena tuyul, amplop yang isinya hanya Rp 5.000 dan sebagian kosong, hanyalah akibat kondisi masyarakat yang berat, akibat tidak ada pekerjaan. Ada orang kaya yang tinggal di kampung itu, tapi jumlahnya dapat dihitung dengan jari tangan. Kemiskinan yang sangat akut dan dahsyat telah mendera kehidupan rakyat dikampung itu, tak mampu mengisi amplop, dan memberikan sumbangan kepada Mang Udin yang berarti.
Andai Mang Udin, tinggal di kampung pejabat, dan orang-orang kaya, mungkin isi amplopnya, bukan uang Rp 5.000, Rp 1.000, Rp 5.00, bahkan kosong, tapi mungkin isinya travel check, yang dapat mengembalikan modalnya untuk pesta anaknya itu. Bagitulah nasib tinggal di kampung miskin. Wallahu’alam.

“http://www.eramuslim.com/editorial/ampop-kosong.htm”
Baca Selengkapnya...

Jumat, 13 November 2009

Jangan Merasa Diri Lebih Baik Dari Orang Lain

Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri. Mereka berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.

Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah. Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut. Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah- buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Bagaimana dengan nasib lelaki kedua ? Siapa yang akhirnya menang ?

Ceritanya berlanjut sbb:

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.

Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau.

Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan. Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?” “Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan,” jawab lelaki ke satu ini. “Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka, ia tak pantas mendapatkan apa-apa.” “Kau salah!” suara itu membentak membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan, semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
“Katakan padaku,” tanya lelaki ke satu itu.”Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya?” “Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan!”

Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain ? Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain. Dan janganlah menilai seseorang/sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

Sumber : Milis Dokter Umum
Baca Selengkapnya...

Minggu, 08 November 2009

Befokus Pada Kelebihan Diri Sendiri

“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru pada anak-anak sekolah dasar.
Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung. Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu
seketika menjadi salah tingkah.
Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”
Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya kadang-kadang? “.

Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, Bu guru.” !
Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya :
“Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.” Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya :
“Tiga saja, Bu guru?”.
“Ya, tiga saja!” jawab sang guru. Anak tadi langsung menyambung :
“Bu guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.
Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.
Baru-baru ini, saya menyaksikan di sebuah televisi swasta pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Kami benar-benar terharu. Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya.
“Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?”, kata saya dalam hati terkagum-kagum.
Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata, “Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi.”
Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”
Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.
Sumber : http://www.beranieg agal.com
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 10 Oktober 2009

Bangkit Dari Keterpurukan

“Jika Anda mau menerima kegagalan dan belajar darinya, jika Anda mau
menganggap kegagalan merupakan sebuah karunia yg tersembunyi dan bangkit
kembali, maka Anda memiliki potensi menggunakan salah satu sumber
kekuatan paling hebat untuk meraih kesuksesan.”
~ Joseph Sugarman

Kehidupan kita tak akan pernah berjalan semulus yang kita pikirkan.
Berbagai macam tantangan, misalnya kehilangan pekerjaan atau orang-orang
yang dicintai, disabotase, bangkrut dan lain sebagainya, bisa saja
menyeret kita dalam keterpurukan. Bila kita melihat ke sekeliling,
begitu banyak orang-orang yang tenggelam dalam keterpurukan dan terjerat
cukup lama dalam kegelapan, misalnya menjadi pecandu narkoba, budak
hutang dan kemiskinan, korupsi atau melakukan tindak kejahatan lainnya
lalu dipenjarakan, dan bentuk kemalangan lainnya.

Bila kita cukup cerdas dalam menghadapi tantangan kehidupan, bermacam
bentuk benturan keras seperti itu seharusnya tidak membuat kita semakin
terpuruk. Tantangan kehidupan adalah kesempatan untuk introspeksi diri.
Benturan keras dalam kehidupan akan menjadikan kita lebih mulia, jika
kita segera sadar atas kekeliruan yang telah dilakukan, kelemahan yang
harus diperbaiki, kembali menyusun dan melaksanakan rencana dengan lebih
baik.

“Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn
what doesn’t work; and second, the failure gives you the opportunity to
try new approach. – Ingatlah 2 keuntungan yang kita peroleh dari
kegagalan. Yang pertama adalah mempelajari apa yang tidak berjalan
dengan baik; dan kedua adalah menjadi kesempatan bagi kita untuk mencoba
pendekatan baru,” kata Roger Van Oech.

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup
supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan.
Tokoh-tokoh terkenal dan sukses, misalnya Walt Disney, Soichiro Honda,
Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bill
Gates, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins,
dan lain sebagainya, sudah pernah mengalami keras dan sakitnya
kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing
mereka ke gerbang kesuksesan.

Kesuksesan mereka bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor pendidikan
ataupun modal, apalagi faktor kebetulan. Mereka berhasil lantaran
kekuatan dan kecerdasan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Menurut
Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada
tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

* Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
* Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
* Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka inginkan.

Contoh dari tipe orang ke tiga adalah orang-orang yang sukses di dunia
ini. Selalu memanfaatkan kesempatan untuk maju dan pulih dari
keterpurukan adalah ciri khas mereka yang utama. Tak mengherankan jika
mereka melalui setiap rintangan dengan tabah, berjuang keras, dan mental
yang kuat.

Tantangan kehidupan memang tidak pernah ada habisnya. Tetapi selama kita
terus berusaha memperbaiki diri dan strategi ditambah dengan kesadaran
spiritual yang lebih dalam, maka kita akan dapat mencapai tujuan
tertinggi. “Our greatest glory is not in never falling, but in rising
everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah
jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal,” cetus
Confucius.

Oleh sebab itu, perbaiki diri terus-menerus, jangan menunggu sampai
kemalangan itu benar-benar datang. Mantapkan keyakinan ketika membuat
perencanaan dan menetapkan target yang memungkinkan tercapai. Kemudian
langsung melakukan langkah-langkah untuk memastikan hasil maksimal,
dengan penuh komitmen dan kerja keras, kecintaan dan semangat. Dengan
demikian kita akan memiliki kepekaan sekaligus keseimbangan disaat harus
menghadapi tantangan kehidupan yang cukup keras.

Mulai detik ini tanyakanlah pada diri sendiri seberapa besar pengaruh
positif yang telah Anda dapatkan atas berbagai situasi yang Anda alami?
Pastikan tantangan hidup selama ini membawa Anda pada kedewasaan,
kebijaksanaan dan kualitas spiritual yang lebih baik. Dengan demikian
Anda akan dapat menilai apakah Anda sudah mampu bangkit dan menjadi
manusia yang lebih mulia atau belum.

Sumber: Bangkit Dari Keterpurukan oleh Andrew Ho, motivator, pengusaha,
dan penulis buku-buku bestseller.
Baca Selengkapnya...

Jumat, 09 Oktober 2009

tugas LP praktikum IMK...

Soal…

1. apa yang dimaksud dengan link?? Jelaskan !!

2. jelas membuat button

Jawaban…

1. Pranala, pautan atau link (juga hyperlink) adalah sebuah acuan dalam dokumen hiperteks (hypertext) ke dokumen yang lain atau sumber lain. Seperti halnya suatu kutipan di dalam literatur. Dikombinasikan dengan sebuah jaringan data dan sesuai dengan protokol akses, sebuah komputer dapat diminta untuk memperoleh sumber yang direferensikan.

link artinya hubung / sambung

Arti istilah link dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut

Terhubungnya suatu objek dengan objek lain. Misalnya dalam jaringan, ataupun antar program.

Menghasilkan program yang dapat dieksekusi dari modul yang sudah dikompilasi (program, rutin, perpustakaan) dengan jalan menggabungkan kode obyek (berupa kode dalam bahasa assembly, kode mesin yang dapat dilaksanakan atau variasi kode mesin) dari program dan menguraikan referensi yang saling berkaitan (seperti rutin perpustakaan yang dipanggil oleh program). Lihat juga linker.

Menghubungkan dua unsur pada struktur data dengan menggunakan variebel indeks atau variabel pointer.

2. klik inset

pilih form

pilih button

akan muncul form tag editor – input

type = button , name = nama, value =nama dalam button

setelah itu klik OK


nb : jawaban dari ncek... bner slah y tnya ma ncek langsung ya... hehe
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 05 September 2009

PERSEPSI

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :

- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu.

- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedangkan yang bungsu menjadi semakin miskin.

Pada suatu hari sang Ibu bertanya kepada kedua orang anaknya mengapa hal itu terjadi kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu :

“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.

“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.

Jawab anak sulung :

“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.

“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.

Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”
“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.

Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan mentalitas positif maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah tantangan yang akan menghantar kita kepada perjalanan kesuksesan.

Seorang bijak berkata : ‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’ .
Baca Selengkapnya...

Cinta yang Menunggu

Meski terus hati ini selalu menunggu
Yang Kau sayangi tetap bukanlah aku

Pahitnya Cinta yg kurasakan Hari ini menghancurkan Hati ini didalam kalbu

Aku mungkin tak pantas untuk mencintaimu tapi suatu saat aku yakin dapat menyandingmu

Aku yakin hari itu tiba dimana saatnya kau selalu ada disisiku

dan Jika ku jadi air mata, maka aku akan hidup di pipimu, lahir dipelipismu dan mati di bibirmu tapijika engkau yang menjadai air mata ku aku tidak akan pernah menangis karena engkaulah segalanya bagiku

Curahan hati semoga Tuhan mendengar Curhat ku

"http://artikelindonesia.com/cinta-yang-menunggu.html"
Baca Selengkapnya...

Sabtu, 08 Agustus 2009

Update FM 2008, Transfer 2009-2010

kamu yang suka maen nin cewek, maksud saya Football manager.. tapi karena keterbatasan (ya biaya ato apapun lah), tidak punya kemampuan
untuk memainkan FM 2009, terpaksa kmu tetap bermain FM 2008. Jangan khawatir, karena di FM2008, kmu tetap dapat menikmati transferan
TERBARU! transfer update 2009-2010.

caranya:


1. Tentunya telah memiliki FM2008 di kompie kmu, dan terinstall seperti bagaimana seharusnya. bagi yang tidak memiliki game FM 2008 nya,
dapat di download disini:

"http://www5.indowebster.com/ac013a82b22c…"

{Gamenya sekitar 600Mb, jadi yang punya koneksi paspasan apalagi di public area, harap SABAR atau beli CDnya sajah}

2. Mainkan sebentar gamenya, save. dan exit game. tujuannya untuk membuat folder Sport Intractive yang benar di My Document.

3. Update / patch FM 2008 kmu ke versi 8.0.2, patch bisa di download disini:

"http://www11.indowebster.com/4bf8e39aa8a…" {File sekitar 90Mb}

4. Extract dan patch FM kamu, jika belum bisa langsung main, download Crack No. CD nya di:

http://gbw.naxpllc.net/files/FootballMan…

5. lalu COPAS fm.exe tersebut ke folder FM kmu

6. Coba Mainkan, buat new game, dan lihat versinya. jika sudah benar 8.0.2, download DATABASE Transfer terbaru:

http://sortitoutsi.net/2008/utilities/do…

atau

http://sortitoutsi.net/2008/utilities/do…

7. jika sudah di download Extract filenya ke folder MyDocument/Sport Interactive/Football Manager 2008/db

Semoga Berhasil & Beguna.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 22 Juli 2009

WELCOME TO COMS_KILLER

Baca Selengkapnya...