Pages

Jumat, 14 Mei 2010

RESENSI NOVEL TRAGEDI NADRA

Judul Novel : Tragedi Nadra
Penulis : Isa Kamari
Kategori : Novel
Penerbit : Penerbit Hikmah
Cover : Soft Cover
Halaman : 305 halaman
Terbit : 2006

Novel ini berisi tentang kisah nyata, sebuah peristiwa berdarah, dimana merupakan tragedi antar bangsa yang mengatasnamakan bangsa dan agama, yang terjadi pada 11-13 desember 1950 di Singapura dalam bentuk kerusuhan dasyat. 18 orang terbunuh, 173 orang luka parah. Pemicunya adalah Nadra, gadis berusia 13 tahun yang diperebutkan hal asuhnya.

Berawal dari seorang tokoh utama yang bernama Nadra, dimana nama aslinya adalah Maria Hertogh, yang merupakan orang belanda tulen. Awalnya, sebelum nama Maria berganti nama, maria adalah anak perempuan dari seorang berkebangsaan belanda. Mereka tinggal di sebuah desa cimahi. Ibunda Maria bernama Adelaine, dia memiliki lima orang anak, dan suaminya adalah seorang sersan dalam pasukan belanda dan telah ditangkap oleh pasukan jepang. Semenjak ditinggal suaminya. Adelaine tinggal bersama ibunya, yang adalah seorang mualaf. Pada saat itu adalah saat dimana kekuasaan ada ditangan jepang, sehingga banyak sekali orang-orang belanda atau dri negara lain yang ditangkap dan dijadikan budak oleh jepang. Beruntung sekali adelaine tinggal diantara orang-orang yang menerima kehadiran mereka, salah satu tetangganya adalah Aminah, seorang melayu muslim. Adelaine hidup ditengah-tengah keluarga muslim,karena ibunya seorang musim,dan tetangga-tetangganya juga muslim.

Semakin lama, Adelaine sudah tidak mampu lagi menghidupi kelima anaknya. Dengan berat hati, adelaine terpaksa memberikan seorang anaknya kepada tetangganya yang bernama Aminah, anak tersebut bernama Maria. Adelaine pun juga menyetujui jika Maria diasuh secara muslim oleh Aminah. Sejak hari itu, kehidupan Maria berubah. Awalnya dia masih sering merindukan adelaine dan kakak-kakaknya, tetapi Aminah mengurusnya dengan penuh kasih sayang, hingga Aminah mengganti nama Maria menjadi Nadra, karena Aminah telah mengajarkan kepercayaan muslim kepada Maria.

Tumbuhlah Maria sebagai Nadra, gadis yang memiliki paras eropa, memiliki kebiasaan sebagai gadis melayu dan seorang muslim. Dia memiliki kehidupan yang bahagia dan tenang bersama Aminah. Ketika berumur 13 tahun, dan Nadra telah dilamar oleh seorang pemuda melayu, datanglah ibunya Adelaine, mencarinya ingin mengklaim hak asuh Nadra kembali. Aminah yang telah terlanjur sayang pada Nadra, merasa terancam karena Nadra akan diambil kembali oleh ibu kandungnya. Kebahagiaan Nadra dan Aminah menjadi kelam, Nadra dipaksa berpisah dengam Aminah, meninggalkan suaminya, bahkan melepaskan kepercayaannya sebagai muslimah, dan kembali menganut kepercayaan ibunya. Demi mempertahankan Nadra, sidang demi sidang pun dijalankan, mulai sidang di Indonesia, hingga ke singapura. Tragedi dua keluarga ini bahkan menjadi tragedi bangsa yang membawa budaya dan agama. Siapakah sebenarnya yang lebih berhak dan lebih mencintai Nadra? Adelaine atau Aminah?
Baca Selengkapnya...